Lompat ke konten
Home » Perawatan Kucing » Perawatan Kucing Setelah Steril Agar Tak Memicu Infeksi Pada Bekas Luka

Perawatan Kucing Setelah Steril Agar Tak Memicu Infeksi Pada Bekas Luka

Perawatan Kucing Setelah Steril

Memberikan perawatan kucing setelah steril perlu dilakukan untuk menjaga hasil operasi agar tak terbuka. Selain itu, kucing juga biasanya harus diberikan obat tertentu untuk mempercepat pemulihan sesuai resep dan anjuran dokter. Dengan begitu, mereka dapat kembali beraktivitas dan Anda sebagai pemiliknya tak perlu mencemaskan risiko kehamilan.

Lantas, apa saja perawatan yang sebaiknya diberikan kepada kucing selepas steril? Silakan simak langkah-langkahnya berikut ini!

Tempatkan dalam kandang terpisah

Apa Anda memelihara lebih dari satu kucing? Tempatkan kucing yang baru dioperasi di kandang terpisah. Tujuannya adalah membuat proses pemulihan lebih nyaman dan bebas gangguan, apalagi hewan yang menjalani prosedur ini kadang masih berada di bawah pengaruh anestesi.

Pastikan kandang dan lingkungan di sekitarnya bersih dari kotoran. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko infeksi pada luka yang belum benar-benar pulih.

Awasi dan batasi pergerakan kucing

Perawatan kucing selanjutnya yang dapat Anda berikan adalah mengawasi dan membatasi gerakan mereka. Lakukan pemantauan tersebut sekitar 10 hari selepas operasi. Pasalnya kucing yang terlalu aktif bakal membuat jahitan operasi mengendur dan melambatkan pemulihan.

Seperti poin sebelumnya, tempatkan kucing yang disterilisasi di area atau ruangan terpisah. Hal ini dilakukan untuk mencegah pekelahian dengan kucing atau hewan peliharaan lainnya.

Pastikan bekas luka tetap kering

Memastikan bekas luka operasi tetap kering adalah perawatan kucing setelah steril berikutnya yang perlu diperhatikan. Anda dapat memasangkan cone (corong) atau collar untuk mencegah kucing yang kerap menjilati bekas luka. Kebiasaan ini justru akan menghambat pemulihan dan memicu infeksi.

Disitat dari Spay and Neuter Clinic, bekas sayatan steril pada kucing umumnya ditutupi lem bedah. Apabila basah, lem justru larut dan membuat luka kembali terbuka.

Selalu cek bekas luka operasi kucing

Meski kucing tak memberontak saat dipasangi cone atau collar, Anda tetap perlu mengecek bekas luka secara berkala. Kucing jantan umumnya memiliki luka di skrotum (kantung kulit yang berada di bawah penis). Sementara pada kucing betina, lukanya jahitannya berada di area perut.

Bekas luka yang kemerahan, bengkak, hingga mengeluarkan darah adalah hal normal. Akan tetapi kalau sudah mempengaruhi kesehatan kucing, segera periksakan ke dokter klinik hewan.

Batasi sebentar asupan makannya

Salah satu efek samping operasi steril adalah gangguan pada sistem pencernaan dengan gejala seperti mual-mual dan enggan makan. Hal ini tak perlu dicemaskan karena tergolong normal. Nafsu makan mereka biasanya akan kembali dalam kurun waktu 24-48 jam selepas operasi.

Untuk itu, batasi asupan makan kucing sementara waktu. Berikan makanan atau minuman saat mereka yang memintanya langsung pada Anda.

Semoga informasi ini membantu dalam perawatan kucing setelah steril!