Lompat ke konten
Home » Perawatan Kucing » Pengertian, Penyebab, Gejala, Dan Perawatan Kucing FLUTD

Pengertian, Penyebab, Gejala, Dan Perawatan Kucing FLUTD

Perawatan Kucing FLUTD

Pernah menemukan masalah penyakit FLUTD pada kucing kesayangan? Penyakit kucing FLUTD adalah gangguan pada kucing di bagian saluran kemih bagian bawah. Anda sebagai pemilik harus mengetahui apa saja gejala, penyebab, serta perawatan kucing FLUTD yang benar. Selengkapnya, simak dalam pembahasan berikut!

Apa Itu Penyakit FLUTD pada Kucing?

FLUTD atau Feline Lower Urinary tract diseases merupakan jenis penyakit yang sering menyerang bagian bawah saluran kemih kucing. Namun, bukan hanya itu saja FLUTD umumnya juga mencakup penyakit lain yang dialami kucing. Misalnya, pembentukan batu kandung kemih, infeksi saluran kemih, obstruksi uretra, dan peradangan kandung kemih.

Kondisi semacam ini bisa terjadi terhadap kucing dengan usia berapapun. Tetapi, kucing jantan biasanya yang lebih tinggi risiko penyakit FLUTD dibandingkan kucing betina. Penyakit FLUTD terjadi kepada kucing yang usianya sekitar 2-6 tahunan.

Untuk mengantisipasi penyakit FLUTD ini, pemilik kucing harus melakukan antisipasi dan pengecekan kesehatan kucing secara berkala. Karena penyakit FLUTD ini dalam kebanyakan kasus membutuhkan penanganan medis segera agar tidak menghambat aliran urine.

Penyebab Penyakit FLUTD pada Kucing?

Penyakit FLUTD pada kucing penyebabnya sangatlah bervariasi. Inilah beberapa faktor yang bisa memicu penyakit FLUTD pada kucing.

  1. Bakteri

Saluran kemih bagian bawah yang terinfeksi bakteri termasuk penyebab umum sehingga kucing menderita penyakit FLUTD. Infeksi bakteri ini menjadi penyumbang 5% – 15% dari semua kasus FLUTD. Bakteri yang ada pada saluran kemih kucing akan menimbulkan infeksi pada uretra atau saluran kemih.

  1. Obstruksi Uretra

Penyumbatan uretra atau obstruksi uretra menjadi penyebab munculnya penyakit FLUTD yang berbahaya dan bisa mengancam nyawa kucing. Penyebab ini membuat ureter tersumbat, sehingga urine tidak bisa keluar dan ginjal kemampuannya berkurang dalam mengeluarkan racun dari darah.

  1. Batu Kandung Kemih

Urolithiasis atau dikenal dengan batu kandung kemih merupakan penyebab penyakit FLUTD pada kucing. Kondisi ini terjadi, saat pembuatan kristal dalam saluran kemih bisa mengakibatkan penyumbatan dan iritasi. Batu kandung kemih menjadi penyebab FLUTD pada kucing mencapai 10%-15%.

  1. Genetik

Faktor genetik menjadi penyebab penyakit FLUTD. Kebanyakan penyakit ini turun-temurun akan kucing ras rasakan. Kucing ras mempunyai kecenderungan genetik dalam pembentukan kandung kemih yang bisa menyumbat saluran kemih.

Gejala Penyakit FLUTD pada Kucing?

Gejala penyakit FLUTD pada kucing yang bisa Anda amati dengan mudah adalah:

  1. Nyeri saat buang air kecil.
  2. Buang air kecil terlalu sering.
  3. Kencing bercampur darah.
  4. Kucing menjadi agresif.
  5. Urine keruh dan baunya busuk.
  6. Kucing menjilati area genital berlebihan.

Perawatan Kucing FLUTD

Inilah perawatan kucing anggora atau kucing yang lain yang terkena penyakit FLUTD, yaitu:

  1. Pemberian antibiotik untuk membantu mengatasi infeksi pada kandung kemih.
  2. Mengatur pola makan untuk mengurangi risiko pembentukan batu kandung kemih.
  3. Mengelola stres pada kucing agar kucing bisa nyaman berada pada lingkungan tersebut.
  4. Dokter melakukan proses pembedahan atau operasi untuk menghilangkan serta memulihkan aliran urine pada kucing.

Demikianlah penjelasan tentang perawatan kucing FLUTD yang perlu Anda ketahui para cat lovers. Semoga membantu!